Senin, 26 Mei 2014

Tanda-tanda Bayi Baru Lahir Normal

Tanda-tanda bayi baru lahir normal - Bayi baru lahir dikatakan normal jika mempunyai beberapa tanda antara lain: Appearance color (warna kulit), Seluruh tubuh kemerah-merahan, Pulse (heart rate) atau frekuensi jantung >100x,/menit, Grimace (reaksi terhadap rangsangan), Menangis, bafuk /bersin, Activity (tonus otot), Gerakan aktif, Respiration (usaha nafas). (Mochtar, 1998), bayi menangis kuat.

Kehangatan tidak terlalu panas (lebih dari 38 c)atau terlalu dingin (kurang dari 36 c), warna kuning pada kulit (tidak pada konjunctiw), terjadi pada hari ke 2-3 tidak biru, pucat, memar; Pada saat di beri makanan hisapan kuat, tidak mengantuk berlebihan, tidak muntah; Tidak terlihat tanda-tanda infeksi pada tali pusat seperti: tali pusat merah, bengkak, keluar cairan, bau busuk, berdarah; dapat berkemih selama 24 iam, tinja lembek, sering, hijau tua, tidak ada lender atau darah pada tinja; bayi tidak menggigil atau tangisan kuat, tidak mudah tersinggung, tidak terdapat tanda: lemas, terlalu mengantuk, lunglai, kejang - kejang halus tidak bisa tenang, menangis terus-menerus (Prawirohardjo,2002, N - 36 )

Definisi Bayi baru Lahir Normal

Definisi Bayi baru Lahir Normal - Yang dimaksud dengan dengan bayi baru lahir normal adalah: bayi yang lahir dalam presentasi belakang kepala melalui vagina tanpa memakai alat, pada usia kehamilan genap 37 minggu sampai dengan 42 minggu, dengan berat badan 2500-4000 gram, nilai Apgar > 7 dan tanpa cacat bawaan.

Neonatus ialah bayi yang baru mengalami proses kelahiran dan harus menyesuaikan diri dari kehidupan intra uterin ke kehidupan ekstra uterin. Beralih dari ketergantungan mutlak pada ibu menuju kemandirian fisiologi.

Tiga faktor yang mempengaruhi perubahan fungsi dan proses vital neonafus yaifu maturasi, adaptasi dan toleransi. Selain itu pengaruh kehamilan dan proses persalinan mempunllai peranan penting dalam morbiditas dan mortalitas bayi. Empat aspek transisi pada bayi baru lahir yang paling dramatic dan cepat berlangsung adalah pada sistem pernapasan, sirkulasi, kemampuan menghasilkan sumber glukosa.

Rabu, 09 Mei 2012

Pembangunan Berwawasan Kesehatan


PERKEMBANGAN PEMBANGUNAN KESEHATAN

Pembangunan kesehatan yang dilaksanakan secara ber-kesinambungan dalam tiga dekade telah cukup berhasil dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Secara umum derajat kesehatan masyarakat telah menunjukan perbaikan seperti dilihat dari angka kematian bayi dan angka kematian ibu melahirkan. Angka kematian bayi menurun dari 46 pada tahun 1997  (SDKI) menjadi 32 per 1.000 kelahiran hidup pada tahun 2005 (Proyeksi BPS). Demikian juga  angka kematian ibu melahirkan menurun dari 334 pada tahun 1997 menjadi  262 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2005. Umur harapan hidup meningkat dari 41 tahun pada tahun 1960 menjadi 69 tahun pada tahun 2005. Prevalensi gizi kurang (underweight) pada balita, menurun dari 37,5 % pada tahun 1989 menjadi 26,5 % pada tahun 2005.

Peningkatan derajat kesehatan tersebut merupakan salah satu unsur dari peningkatan pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. SDM ini merupakan subyek dan sekaligus obyek pembangunan. Kualitas SDM menjadi semakin baik yang antara lain ditandai dengan meningkatnya Index Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia dari 0,586 pada tahun 2000 pada peringkat ke-112 dari 175 negara menjadi 0,692 pada tahun 2002  pada peringkat ke-111 dari 177 negara. Meskipun derajat kesehatan masyarakat telah dapat ditingkatkan, derajat kesehatan di Indonesia masih jauh tertinggal dari beberapa negara tetangga.

Prospek kedepan pembangunan SDM diarahkan pada peningkatan kualitas SDM, yang ditandai dengan mening-katnya IPM dan Index Pembangunan Gender (IPG), serta tercapainya penduduk tumbuh seimbang di Indonesia.